Nusa Putra University Trilogy

Embracing the Nusa Putra Trilogy: A Journey of Love and Values

sumber: nusaputra.ac.id

Nusa Putra University stands as an institution with a profound commitment to noble values, encapsulated in the Nusa Putra Trilogy. This trilogy, consisting of Amor Deus, Amor Parentium, and Amor Concervis, serves as the guiding principles that shape the lives of all Nusa Putra members. Let's delve into the essence of each value and how it manifests in everyday experiences. 

1. Amor Deus (Love for God)

"CINTA KASIH TUHAN"

'Sebagai anugerah cahaya insan Nusa Putra untuk tetap menjalankan syariat agama, beragama merupakan kebutuhan dan cinta kita kepada Tuhan, bukan lagi sebagai kewajiban.'

As the first pillar of the Nusa Putra Trilogy, Amor Deus emphasizes the importance of love and devotion to God. It goes beyond mere obligation, transforming religion into a personal need and an expression of love towards the divine.

Pengalaman Dalam Kehidupan Sehari-hari (Everyday Experiences): In our daily lives, practicing obligatory prayers such as the five daily prayers and engaging in additional acts of worship, such as reciting sacred texts, supplicating, and extending kindness to others, become not only duties but expressions of deep love and connection with the divine.

Al- Qur'an
 
sekilas pengalaman dalam kehidupan sehari-hari~

Implementasi Amor Deus tercermin dalam kewajiban beribadah/sembahyang, seperti shalat 5 waktu ataupun sholat sunnah. Ibadah sunnah lainnya seperti kewajiban membaca dan mempelajari Al-Quran, kitab suci umat Islam. Menjadikan Al-Quran sebagai panduan utama dalam kehidupan sehari-hari.

Masjid menjadi pusat kegiatan ibadah, tempat untuk melaksanakan shalat wajib lima waktu, serta ibadah sunnah seperti berdoa, mendoakan orang tua, dan bersedekah. Dengan demikian, setiap langkah kehidupan sehari-hari menjadi manifestasi cinta kasih kepada Tuhan melalui Amor Deus.

Menuntut ilmu di Nusa Putra University menjadi sebuah implementasi konkret dari nilai Amor Deus, sebagai wujud cinta kasih kepada Tuhan. Sesuai dengan QS At-Taubah (9:122) 

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Baca selengkapnya di artikel "Daftar Dalil di Al Quran dan Hadits Keutamaan Menuntut Ilmu", https://tirto.id/gv9o
"Dan orang-orang mukmin itu tidaklah semuanya (pergi berperang). Maka mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya."

Oleh karena itu, mahasiswa di Nusa Putra University diwujudkan sebagai individu yang senantiasa mengejar ilmu agama sebagai bentuk pengabdian dan cinta kasih kepada Tuhan.

2. Amor Parentium (Love for Parents)

"CINTA KASIH ORANG TUA"

'Sebagai kekuatan insan Nusa Putra untuk menjaga ajaran dan nilai-nilai luhur rasul, leluhur, kedua orang tua dan guru-guru kita serta orang orang soleh sebelum kita.'

Amor Parentium, the second value in the trilogy, centers around the profound love and respect for parents, ancestors, and educators. It acknowledges the strength derived from preserving the teachings and noble values imparted by these influential figures.

Pengalaman Dalam Kehidupan Sehari-hari (Everyday Experiences):
This love translates into daily actions of praying for our parents, appreciating them, and choosing words that reflect kindness when interacting with our fathers and mothers. The essence of Amor Parentium lies in recognizing the wisdom of elders and teachers who have shaped our lives.

Implementasi Amor Parentium dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun bermakna sehari-hari, secara aktif menerapkan praktik doa dan sikap hormat kepada orang tua. Dalil yang menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua terdapat dalam QS Al-Isra (17:23) 

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."

Kita diberikan tuntunan untuk berbakti, menghargai, dan berbicara dengan lemah lembut kepada orang tua sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan terhadap mereka. 

3. Amor Concervis (Love for Others)

"CINTA KASIH SESAMA"

'Sebagai pengikat insan Nusa Putra untuk menjalani hidup berdampingan secara damai dalam menyikapi setiap perbedaan, karena Tuhan berkehendak atas adanya perbedaan itu sendiri.'

The third and final pillar, Amor Concervis, emphasizes love and compassion towards fellow beings. It serves as a unifying force, promoting peaceful coexistence by embracing differences as part of God's divine plan.

Pengalaman Dalam Kehidupan Sehari-hari (Everyday Experiences): Practicing Amor Concervis in our daily lives involves spreading kindness to all living beings, whether they are siblings, peers, associates, or even the broader natural world. The responsibility to care for and nurture all of God's creations becomes integral to embodying this value.

Roadshow 2022
  
 

sekilas pengalaman dalam kehidupan sehari-hari~

Implementasi Amor Concervis, dapat terlihat dalam tindakan nyata seperti menebarkan kebaikan kepada berbagai mahluk hidup di sekitar kita. Mulai dari saudara, teman sebaya, rekan/mitra, hewan, tumbuhan, hingga benda mati. Di dalam Al-Quran, terdapat dalil yang mendorong berbuat baik pada sesama, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah (2:267):

"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِآخِذِيهِ إِلَّا أَن تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ"

" Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu, dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk untuk diinfakkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan menutup mata. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."

Dengan berpegang pada ajaran ini, kita diingatkan untuk menjaga dan merawat ciptaan-Nya dengan memberikan kebaikan kepada semua yang ada di sekitar kita, menciptakan harmoni dan keseimbangan dalam interaksi kita dengan sesama makhluk hidup dan lingkungan sekitar. Serta dalam QS Al-Baqarah (2:83):

"وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ وَالْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ۖ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِّنكُمْ وَأَنتُم مُّعْرِضُونَ"

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (dengan firman-Ku): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, yatim, dan fakir miskin; serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat, dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu lalai, kecuali sebagian kecil di antara kamu, dan (sebaliknya) kamu selalu berpaling."

Ayat ini mengandung perintah untuk berbuat baik kepada keluarga, anak yatim, dan fakir miskin, sekaligus menekankan pentingnya menyampaikan kata-kata yang baik kepada sesama. Ini sesuai dengan konsep Amor Concervis yang mengajarkan cinta kasih kepada semua makhluk hidup, bukan hanya sesama manusia.



Jadi, kesimpulan yang didapat dari Trilogi Universitas Nusa Putra, yaitu... Embracing the Nusa Putra Trilogy is not just a commitment; it is a way of life. Amor Deus, Amor Parentium, and Amor Concervis guide individuals at Nusa Putra University towards a life filled with love, respect, and harmony. By incorporating these values into our daily experiences, we contribute to the realization of Nusa Putra's vision and mission, creating a community driven by love for God, parents, and all beings.

Popular posts from this blog

Maretha Story~

about

Sastra Maretha~